Elemen dekoratif pada Arsitektur

Elemen dekoratif pada Arsitektur

Dalam dunia desain arsitektur, desain interior dan seni dekoratif, ornamen adalah hal yang sangat umum ditemukan dan digunakan sebagai dekorasi hingga penunjang estetika desain. Elemen dekoratif ornamen ini bisa berbentuk patung atau figur monumental ataupun berbagai detail lainnya yang umumnya tidak menunjang fungsi, namun memberikan estetika lebih pada desain bangunan secara keseluruhan.

Elemen dekoratif pada Arsitektur - cource dekoruma.com
Elemen dekoratif pada Arsitektur – cource dekoruma.com

Elemen dekoratif pada Arsitektur

Ornamen dalam Arsitektur dan Desain

Secara sederhana, ornamen bisa diartikan sebagai aksesoris atau detail yang ditambahkan pada sesuatu untuk memperindah atau mempercantik hal tersebut. Dalam arsitektur dan desain interior, ia pun bisa dibentuk dari berbagai macam material dan metode seperti ukiran batu dan kayu atau dicetak dari tanah liat, semen, hingga gipsum.

Seni dekorasi ini sendiri memiliki sejarah panjang dan persebaran yang bervariasi sehingga ia memiliki banyak sekali gaya dan variasi desain. Hingga di era modern ini, terdapat beragam pilihan pesona ornamen yang populer di era klasik hingga modern yang masih digemari hingga saat ini.

Ornamen Baroque

Ornamen khas arsitektur Baroque lahir di era Baroque, tepatnya pada akhir abad ke-16 di Italia. Gaya Baroque terkenal akan eksplorasi bentuk yang lebih dramatis.

Kesan saat melihat ornamen Baroque pada arsitektur bangunan adalah megah karena proporsi yang terlampau besar atau gigantisme yang merupakan ciri khas dari arsitektur yang berkembang di era Baroque. Jadi, tak heran jika kamu menemukan pilar yang menjulang tinggi dan besar ataupun pintu yang dibingkai dengan ukiran-ukiran yang tebal dan berukuran cukup fantastis.

Ornamen Bizantium

Ornamen pada arsitektur Bizantium masih menyerupai gaya, pola, dan elemen-elemen arsitektur Romawi sebelumnya. Salah satu ciri khas yang masih bertahan dan terlihat pada desain dari era Bizantium adalah ragam hias geometris, namun dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi.

Ciri khas lainnya adalah kehadiran mosaik-mosaik sebagai pengganti ukiran sebagai elemen dekorasi. Meskipun tidak semegah dan sebesar seperti gaya Baroque, detail dari gaya Bizantium membuatnya memiliki daya tarik yang tak kalah dari arsitektur bergaya Baroque. Pola arsitektur yang memiliki kekhasan Bizantium banyak ditemukan pada bangunan-bangunan tempat ibadah dan hingga saat ini, kerap dianggap sebagai ornamen yang memiliki nilai kesakralan tersendiri.

Ornamen Gothic

Pola ornamen selanjutnya yang masih masuk dalam kategori arsitektur klasik adalah gaya arsitektur Gothic. Ciri khas dari Arsitektur Gothic adalah olahan gubahan bentuk yang menjulang tinggi ke atas.

Penggunaan patung yang membentuk diorama juga merupakan ciri khas yang sangat mudah ditemui pada ornamen yang mendapatkan pengaruh dari gaya Gothic. Gereja Katedral di Jakarta merupakan salah satu contoh bangunan yang menerapkan gaya arsitektur Gothic.

Ornamen era Modern

Memasuki era pasca perang dunia kedua, arsitektur mengalami banyak perkembangan dan juga pengaruh-pengaruh pada paham yang lebih modern mulai masuk memengaruhi citra arsitektur kala itu, tak terlepas pada perkembangan ornamen.

Kala itu, bentuk-bentuk dasar dan ornamen yang menerapkan prinsip desain minimalis menjadi lebih populer dan digemari. Konsep “less is more” dan “form follows function” mulai mendunia dan masih kerap dijadikan sebagai kompas dari perkembangan dunia arsitektur dunia hingga saat ini.

Itulah beberapa pola ornamen yang tersebar di berbagai penjuru dunia pada era-era arsitektur yang berbeda. Meskipun lahir dan berkembang pada era yang berbeda, berbagai gaya tersebut masih cukup lazim digunakan hingga saat ini menyesuaikan selera dan kebutuhan.

Khususnya kamu penggemar gaya klasik, tentu ornamen bergaya Baroque atau Bizantium menjadi alternatif pilihan yang menarik. Sudahkah kamu menemukan variasi seperti apa yang paling pas untuk menghiasi properti hunian impianmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *